Menteri Maman Dorong Penyaluran KUR Bank NTT Tepat Sasaran

Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman saat sosialisasi dan akad massal KUR di Labuan Bajo, NTT (Foto: Ist)

LABUAN BAJO, HN – Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh Bank NTT dilakukan lebih tepat sasaran dan juga pendampingan usaha bagi pelaku UMKM di Nusa Tenggara Timur. Maman mengatakan itu saat sosialisasi dan akad massal KUR di Labuan Bajo, Selasa 24 April 2026.

Menurut Maman, KUR tidak hanya menjadi tambahan modal usaha, tetapi harus mampu mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berkembang secara berkelanjutan.

BACA JUGA:  Penuhi MIM Rp3 Triliun, Bank NTT Capai Target OJK untuk KUB dengan Bank Jatim

“KUR harus digunakan untuk kegiatan produktif, bukan konsumtif. Ini adalah kesempatan untuk memperbesar usaha, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas pasar,” ujar Maman.

Dia menegaskan, lembaga keuangan tidak cukup hanya menyalurkan kredit, tetapi juga wajib untuk memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha.

“Penyaluran harus diikuti dengan edukasi. Tanpa itu, pembiayaan beresiko tidak memberikan efek jangka panjang,” jelasnya.

Kegiatan itu juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) antara Kementerian UMKM dan Bank NTT.

BACA JUGA:  Pengurus dan Anggota Korka Malaka Siap Menangkan Melki-Johni di Pilgub NTT

Kerja sama itu menandai kembalinya Bank NTT sebagai penyalur KUR setelah beberapa tahun tidak masuk dalam ekosistem penyaluran kredit program pemerintah tersebut.

Bank NTT ditargetkan menyalurkan KUR sekitar Rp350 miliar untuk menjangkau sektor usaha yang belum optimal terlayani perbankan nasional.

Secara nasional, hingga April 2026 realisasi penyaluran KUR mencapai Rp91,6 triliun kepada sekitar 1,4 juta pelaku usaha. Sementara di NTT, penyaluran KUR tercatat sebesar Rp898 miliar kepada lebih dari 19 ribu UMKM.

BACA JUGA:  Pernah Bantu di Masa Sulit, Pemasak Moke Aimere Tegaskan Dukung Melki-Johni di Pilgub NTT

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menyebut KUR menjadi instrumen penting untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di daerah yang didominasi usaha mikro.

“Kita tidak hanya mengejar angka penyaluran, tetapi bagaimana dana ini berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Melki.

Dia menilai sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perbankan perlu diperkuat agar akses pembiayaan diikuti peningkatan kapasitas UMKM di NTT.***

error: Content is protected !!