Program Narasemesta Jasindo Sentuh Ibu Hamil dan Balita di Pedalaman NTT

KUPANG, HN – PT Asuransi Jasa Indonesia atau Jasindo berkomitmen meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui program Narasemesta. Kali ini, program tersebut difokuskan pada pencegahan stunting bagi ibu hamil dan balita di Desa Tetaf, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Program bertajuk Cegah Stunting melalui Cipta Generasi Sehat dan Edukasi Pangan Bergizi ini mengedepankan pendekatan edukatif, preventif, dan pemberdayaan masyarakat.

Program itu Jasindo memberikan edukasi gizi seimbang sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sosialisasi pola hidup bersih dan sehat, hingga penguatan layanan posyandu serta puskesmas untuk deteksi dini risiko stunting.

BACA JUGA:  SKO Kupang Beberkan Alasan Atlet Taekwondo Fernando Tibo Olla Didegradasi

Direktur SDM dan Umum Jasindo, Dewi Utari, menyebut program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan mendukung pembangunan berkelanjutan, terutama di sektor kesehatan masyarakat.

Menurut Utari, stunting bukan saja persoalan kesehatan, tetapi juga menyangkut masa depan generasi penerus bangsa.

“Melalui program Narasemesta, kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat untuk memberikan edukasi, dukungan gizi, serta mendorong kemandirian pangan,” ujar Utari, Sabtu 1 Mei 2026.

Sekitar 150 peserta terlibat dalam kegiatan ini. Mereka terdiri dari ibu hamil, ibu dengan anak usia 1.000 HPK, ibu dengan balita, remaja calon pengantin, hingga masyarakat umum.

BACA JUGA:  Prof. Zudan Ajak 4,4 Juta Anggota Korpri Jadi Orangtua Asuh Anak Stunting di Indonesia

“Selain edukasi, Jasindo juga menyalurkan bantuan pangan bergizi berupa beras, telur, dan biskuit jagung,” jelasnya.

Tak hanya itu, perusahaan turut menyerahkan bantuan 150 ekor ayam pullet lengkap dengan pakan dan perlengkapannya guna mendukung kemandirian protein masyarakat desa.

Untuk memperkuat layanan kesehatan, kata Dewi Utari, Jasindo turut menyerahkan sejumlah alat kesehatan seperti timbangan bayi digital, infantometer, dan stadiometer.

Sementara di sektor ketahanan pangan, masyarakat juga menerima bantuan alat pertanian berupa cultivator dan solar dryer.

BACA JUGA:  Sambut Hari Raya Natal, Bank NTT Berbagi Kasih dengan Baduta Stunting

Menurut Dewi Utari, pihaknya memilih Desa Tetaf karena tingginya risiko stunting dan akses terbatas terhadap pangan bergizi dan layanan kesehatan.

“Kami ingin memastikan intervensi yang dilakukan tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menciptakan perubahan nyata dan berkelanjutan di masyarakat,” jelasnya.

Utari menegaskan, keberhasilan pencegahan stunting di Nusa Tenggara Timur membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari perusahaan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.

“Asuransi Jasindo berkomitmen untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” pungkasnya.***

error: Content is protected !!