Polisi Sidak Tiga Dapur MBG di Kupang, Minta Pengelola Perhatikan SOP

KUPANG, HN – Kapolsek Maulafa, AKP Fery Nur Alamsyah, S.H, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke tiga dapur penyedia Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Rabu 23 Juli 2025.

Sidak dilakukan untuk memastikan kelayakan dan kebersihan makanan yang dikonsumsi ribuan anak sekolah penerima manfaat MBG.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 09.00 Wita, dimana AKP Feri bersama jajaran memantau aktivitas Dapur SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Maulafa 2, Maulafa 1, dan Maulafa 3.

BACA JUGA:  Pemkot Ambon Serahkan Bantuan Dana untuk Korban Seroja di Kota Kupang

Dapur SPPG Maulafa 2 menjadi lokasi pertama yang dikunjungi. Berada di Kelurahan Maulafa, dapur ini melayani 3.679 penerima manfaat yang tersebar di SMA, SMP, SD, PAUD, TK, hingga Posyandu.

AKP Feri dan jajaran meninjau proses memasak, pengemasan makanan, hingga pengepakan untuk distribusi.

Dia meminta pengelola perhatikan standar operasional prosedur atau SOP guna menjamin makanan yang dikirim aman dikonsumsi.

Setelah itu, tim bergerak ke Dapur Maulafa 1 di Kelurahan Oepura yang melayani 3.470 anak. Selama kunjungan, Kapolsek melihat langsung proses pengemasan menggunakan peralatan aluminium tahan panas, serta berdialog dengan Kepala SPPG terkait sistem kontrol mutu makanan.

BACA JUGA:  Polisi Tangkap 4 Pelaku Judi Poker di Kota Kupang

Sidak terakhir dilakukan di Dapur Maulafa 3 di Kelurahan Fatukoa yang telah menyelesaikan proses produksi dan tengah melakukan distribusi makanan untuk 3.442 anak. Seluruh dapur yang dikunjungi total melayani lebih dari 10.500 anak penerima MBG.

AKP Fery menyebut pihak kepolisan mendukung program MBG. Dia mengatakan, kolaborasi lintas sektor sangat penting untuk menjamin kualitas bantuan pemerintah di sektor gizi dan kesehatan masyarakat.

BACA JUGA:  Catut Nama Polsek Maulafa, Pria di Kupang Ditangkap Polisi

“Kontrol mutu sangat penting. Setiap dapur wajib memperhatikan warna, rasa, bau, dan tampilan makanan. Indera manusia tetap jadi alat utama sebelum makanan dikemas dan dikirim,” tegasnya.

Selain aspek kualitas, dia juga menyinggung soal keamanan dapur produksi, termasuk imbauan untuk mematikan kompor dan alat listrik.

Selain itu mengunci area dapur saat tidak digunakan, serta memasang kamera CCTV sebagai bentuk antisipasi kebakaran dan gangguan keamanan.***

error: Content is protected !!