KUPANG, HN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur menyiapkan Tour de EnTeTe 2026 dengan konsep berbeda. Tak hanya olahraga jalan kaki dan lari, kegiatan yang menjadi bagian dari perayaan HUT ke-68 Provinsi NTT ini juga akan diisi aksi sosial, pelestarian lingkungan hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Persiapan kegiatan Tour de EnTeTe dibahas dalam rapat yang dipimpin Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Minggu 1 November 2026.
Tour de EnTeTe 2026 bakal digelar selama kurang lebih satu bulan, mulai minggu pertama November hingga awal Desember 2026. Rutenya akan menyusuri tujuh wilayah kepulauan, yakni Timor, Sumba, Flores, Sabu, Rote, Lembata dan Alor.
Setiap pulau akan memiliki pembagian etape dengan jarak sekitar 15 kilometer. Rangkaian kegiatan nantinya ditutup dengan lari sejauh 10 kilometer pada etape terakhir.
Gubernur Melki Laka Lena mengatakan, konsep tahun ini dikembangkan agar Tour de EnTeTe tidak hanya identik dengan olahraga, tetapi juga menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Tour de EnTeTe kali ini bagaimana kita merangkai olahraga bukan hanya soal identik dengan bersepeda, tetapi kita desain dengan kegiatan jalan dan lari juga. Artinya, kita berjalan dan berlari sambil berbuat baik. Akan ada banyak kegiatan yang menggerakkan ekonomi kerakyatan di setiap kabupaten se-NTT,” ujar Melki.
Menurutnya, pendekatan penyelenggaraan HUT NTT tahun ini juga diarahkan agar kegiatan tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten. Sejumlah lokasi lain akan menjadi tempat pelaksanaan kegiatan sehingga masyarakat di wilayah tersebut ikut merasakan dampak ekonomi.
Berbagai kegiatan sosial disiapkan untuk mengisi setiap etape, mulai dari penanaman anakan pohon, pelibatan UMKM lokal, bantuan sosial hingga kegiatan kemasyarakatan lainnya.
“Rangkaian HUT NTT kali ini juga kita ubah perspektifnya. Biasanya kita membuat acara di ibu kota kabupaten, tetapi kali ini kita buat di tempat-tempat lain di setiap kabupaten agar kita juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat setempat,” jelasnya.
Selain itu, setiap persinggahan akan diintegrasikan dengan program bantuan sosial dan penyaluran bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Perangkat daerah juga akan menghadirkan pelayanan publik serta program prioritas sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dengan pola tersebut, kegiatan diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi memberikan manfaat langsung bagi warga di wilayah yang dilalui.
Sejumlah organisasi perangkat daerah dilibatkan dalam persiapan, di antaranya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Tour de EnTeTe 2026 menjadi salah satu rangkaian menuju puncak perayaan HUT ke-68 Provinsi NTT pada 20 Desember 2026.
Melalui kegiatan ini, Pemprov NTT ingin menghubungkan olahraga, aksi sosial, promosi potensi daerah dan penguatan ekonomi masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan lintas pulau.***

