SIKKA, HN – Sebanyak 34 warga Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengalami luka akibat gempa bumi menerima santunan masing-masing Rp5 juta. Bantuan itu diserahkan saat Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi Palue, Selasa 8 September 2026.
Gubernur Melki Laka Lena bersama rombongan tiba di Palue menggunakan helikopter BNPB. Kunjungan itu dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat sekaligus memastikan penanganan warga terdampak gempa berjalan cepat dan tepat sasaran.
Kunjungan itu, Melki didampingi Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi NTT Benny Nahak.
Salah satu agenda utama kunjungan adalah penyerahan santunan dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI kepada 34 korban luka. Masing-masing korban menerima bantuan sebesar Rp5 juta.
Melki mengatakan ketepatan data menjadi salah satu kunci dalam penanganan bencana. Ia meminta seluruh pihak memastikan data korban dan warga terdampak terintegrasi sehingga tidak ada masyarakat yang terlewat dalam penyaluran bantuan.
“Data yang sama dan akurat menjadi dasar penting agar pemerintah dapat memastikan setiap korban peroleh hak dan perhatian yang semestinya,” ujar Melki.
Selain menyerahkan bantuan, Melki berdialog langsung dengan masyarakat Palue. Ia juga meninjau sejumlah fasilitas yang terdampak gempa, termasuk tambatan perahu yang menjadi salah satu fasilitas penting bagi aktivitas warga.
Peninjauan dilakukan untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai kebutuhan masyarakat sekaligus menjadi dasar pemerintah dalam menyusun langkah pemulihan.
Kehadiran Melki di Palue bagian dari rangkaian kerja gubernur selama masa tanggap darurat gempa di Flores. Melki memilih turun langsung dan berkantor di wilayah Flores untuk memastikan kebutuhan warga terdampak mendapat penanganan.
Di hadapan warga Palue, Melki juga memberikan semangat agar masyarakat tetap kuat menghadapi dampak gempa. “Palue adalah manusia-manusia petarung,” kata Melki.
Selain persoalan penanganan korban, akses transportasi menjadi perhatian dalam penanganan dampak gempa di Palue.
NTT yang terdiri dari banyak pulau membuat ketersediaan armada laut menjadi kebutuhan penting untuk mempercepat mobilisasi bantuan, personel, logistik, hingga material penanganan bencana.
Dalam rapat virtual bersama Presiden Prabowo Subianto Senin (7/9/2026), Melki telah menyampaikan usulan penambahan armada angkutan laut untuk mendukung akses penyeberangan menuju Pulau Palue.
Presiden Prabowo kemudian mengarahkan agar seluruh potensi armada laut yang tersedia dioptimalkan melalui koordinasi dengan TNI Angkatan Laut.
Arahan itu ditindaklanjuti dengan kesiapan TNI AL mengoptimalkan kapal yang tersedia untuk mendukung kebutuhan penanganan di wilayah terdampak.
Sementara itu, Kementerian Perhubungan menyiapkan satu kapal feri ASDP yang dijadwalkan dikirim pada 8 September 2026 untuk mendukung pelayanan penyeberangan dan distribusi bantuan menuju Palue.
Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Pusat terhadap masyarakat Palue.
Menurut Juventus, penambahan armada feri akan memberikan dampak penting bagi mobilitas masyarakat, terutama dalam distribusi bantuan dan pemulihan aktivitas ekonomi.
“Atas nama masyarakat Kabupaten Sikka, khususnya Pulau Palue, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi tulus untuk langkah strategis Bapak Gubernur yang memperjuangkan penambahan armada Ferry untuk menghubungkan Pulau Palue dan Maumere,” ujar Juventus.
Juventus juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi NTT, BNPB, serta seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Palue.
Dia menilai kehadiran langsung Gubernur NTT di tengah warga terdampak menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.***

