Warga Apresiasi Polisi yang Bantu Bersihkan Puing Sekolah Rusak di Ruteng

MANGGARAI, HN – Sebanyak 28 personel Polres Manggarai ikut bantu membersihkan puing bangunan serta mengevakuasi perlengkapan sekolah yang masih bisa digunakan di SDN Sama Jaya, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Kamis 3 September 2026. Aksi gotong royong polisi itu mendapat apresiasi dari guru dan warga.

Pembersihan dimulai sekitar pukul 09.00 WITA dan dipimpin Wakapolres Manggarai bersama sejumlah personel, termasuk Bhabinkamtibmas Kecamatan Ruteng Aipda Yoni Tandungan dan Aipda Fransiskus X. N. Janggur.

Personel kepolisian terlihat mengangkat material bangunan yang berserakan di sejumlah ruangan sekolah. Kayu, batu bata, tripleks hingga puing bangunan lainnya dipindahkan untuk membuat lingkungan sekolah lebih bersih dan aman.

Selain membersihkan material bangunan, polisi juga mengevakuasi berbagai perlengkapan sekolah yang masih dapat diselamatkan.

Barang-barang itu dipindahkan dari ruangan yang mengalami kerusakan menuju ruangan lain yang masih dalam kondisi layak.

BACA JUGA:  Sering Nonton Film Porno, Guru Honor di NTT Cabuli 7 Orang Siswa

Langkah itu dilakukan untuk mencegah perlengkapan sekolah ikut rusak sekaligus membantu pihak sekolah mempertahankan kegiatan belajar mengajar.

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menyebut keterlibatan personel pembersihan sekolah merupakan bentuk dukungan Polri untuk hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi situasi sulit.

Menurutnya, tugas kepolisian tidak hanya berkaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat. Polri juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial yang dihadapi masyarakat, termasuk kondisi fasilitas pendidikan.

“Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membantu masyarakat ketika menghadapi kesulitan. Semangat gotong royong seperti ini merupakan bentuk kepedulian kami terhadap dunia pendidikan dan masyarakat,” ujar Levi.

Dia mengatakan fasilitas pendidikan menjadi salah satu bagian penting yang perlu mendapat perhatian dalam proses pemulihan.

Karena itu, personel Polres Manggarai dikerahkan untuk membantu mempercepat proses pembersihan dan penataan lingkungan SDN Sama Jaya.

BACA JUGA:  Pelaku Pencurian Baterai Solar Cell di Yayasan JPCC Kupang Diciduk Polisi

Kehadiran polisi diharapkan dapat meringankan beban guru dan pihak sekolah, terutama dalam membersihkan ruangan serta menyelamatkan berbagai fasilitas yang masih dapat digunakan.

Bantuan puluhan personel Polres Manggarai mendapat apresiasi dari keluarga besar SDN Sama Jaya. Kepala sekolah, guru dan masyarakat sekitar menyampaikan terima kasih atas keterlibatan polisi dalam proses pembersihan tersebut.

Kepala SDN Sama Jaya Stefanus Agming mengatakan bantuan tenaga dari kepolisian sangat berarti bagi pihak sekolah.

Menurutnya, pekerjaan membersihkan ruang kelas yang mengalami kerusakan serta mengevakuasi barang-barang membutuhkan tenaga yang cukup banyak.

“Atas nama keluarga besar SDN Sama Jaya, kami menyampaikan terima kasih yang berlimpah kepada Polres Manggarai yang telah hadir dan membantu kami dalam proses evakuasi barang-barang serta membersihkan ruangan kelas yang mengalami kerusakan,” ujar Stefanus.

Apresiasi serupa disampaikan guru SDN Sama Jaya. Mereka menilai kehadiran personel kepolisian tidak hanya membantu pekerjaan secara fisik, tetapi juga memberikan semangat kepada keluarga besar sekolah.

BACA JUGA:  Keluarga Besar Jurnalis NTT Berbagi Kasih di Momen Natal

Salah seorang guru mengaku sangat terbantu dengan keterlibatan polisi dalam membersihkan ruangan sekolah.

“Kami para guru sangat berterima kasih atas bantuan dari Polres Manggarai. Kehadiran Bapak-Bapak Polisi sangat membantu pekerjaan kami. Semoga kebaikan dan kepedulian ini mendapat balasan yang setimpal,” ungkapnya.

Dia menyebut dukungan itu menjadi bentuk kepedulian yang dirasakan langsung di tengah upaya menata kembali lingkungan sekolah.

Masyarakat sekitar juga mengapresiasi aksi gotong royong yang dilakukan Polres Manggarai. Keterlibatan polisi secara langsung dalam membantu membersihkan sekolah itu adalah bentuk kehadiran Polri yang lebih dekat dengan masyarakat.

Warga menilai polisi tidak hanya dibutuhkan ketika terjadi gangguan keamanan dan ketertiban, tetapi juga dapat hadir membantu masyarakat dalam menghadapi persoalan sosial.***