KUPANG, HN – Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTT) akan bertemu Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk membahas kesiapan teknis penyelenggaraan PON 2028.
KONI Pusat sudah menetapkan NTT dan NTB, sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII 2028.
Ada empat komitmen yang menjadi persiapan Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat jadi tuan rumah PON 2028.
Komitmen itu disampaikan saat PKS Regional Bali, NTB dan NTT (KR-BNN) di ITDC The Golo Mori, Kabupaten Manggarai Barat, Rabu 28 Januari 2026.
Pertama, berdasarkan arahan Presiden dalam pertemuan di Kalimantan Selatan, dia telah memberikan persetujuan secara lisan atas penetapan Provinsi NTB dan Provinsi NTT sebagai tuan rumah PON XXII Tahun 2028, dengan penyelenggaraan yang efisien dan akuntabel.
Kedua, Pemerintah Provinsi NTB dan NTT berkomitmen bahwa PON XXII Tahun 2028 akan dilaksanakan tanpa membangun infrastruktur besar yang baru.
Penyelenggaraan PON difokuskan pada perbaikan dan renovasi venue yang telah ada, sementara cabang olahraga yang membutuhkan infrastruktur besar dan belum tersedia di kedua provinsi dapat digelar di provinsi lain.
Ketiga, cabang olahraga yang akan dipertandingkan di PON XXII Tahun 2028 di NTB dan NTT direncanakan sebanyak 47 (empat puluh tujuh) cabang olahraga, dengan rincian 24 cabang olahraga dilaksanakan di Provinsi NTB dan 23 cabang olahraga dilaksanakan di Provinsi NTT.
Keempat, mengingat waktu persiapan yang semakin mendesak, Pemerintah Provinsi NTB dan NTT akan melakukan audiensi dengan Menteri Pemuda dan Olahraga.
Audiensi tersebut dimaksudkan untuk memaparkan presentasi detail kesiapan teknis kedua provinsi sebagai tuan rumah bersama PON XXII Tahun 2028.
Komitmen ini disampaikan sebagai bentuk keseriusan dan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB dan NTT serta sebagai bahan pertimbangan dalam penetapan resmi Provinsi NTB dan NTT sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional Tahun 2028.***

