SUMBA, HN – Bank NTT memperkuat peran sebagai mitra pembangunan daerah melalui penguatan ekonomi berbasis potensi lokal. Kali ini, Bank NTT Cabang Waibakul menyerahkan bantuan sarana budidaya kopi robusta kepada Pemerintah Kabupaten Sumba Tengah dalam rangka mendukung pertanian berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Bantuan berupa 50.000 polybag kopi robusta itu diterima langsung oleh Bupati Sumba Tengah Paulus S.K. Limu, Kamis 15 Januari 2026.
Program ini merupakan bagian dari PK POM Plus, yang mendorong masyarakat menanam komoditas produktif bernilai ekonomi.
Pimpinan Cabang Bank NTT Waibakul, Gilbert Daud, mengatakan, penguatan sektor pertanian tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi juga kesinambungan usaha dan nilai tambah bagi masyarakat.
“Bank NTT ingin hadir bukan sekadar sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai mitra pembangunan. Kopi robusta memiliki potensi ekonomi besar dan dapat menjadi penggerak ekonomi lokal jika dikelola secara berkelanjutan,” ujar Gilbert.
Menurutnya, Sumba Tengah berpeluang berkembang sebagai sentra kopi unggulan di Nusa Tenggara Timur (NTT), seiring meningkatnya minat pasar terhadap kopi lokal dan produk berbasis komunitas petani.
Selain sektor pertanian, Bank NTT juga menaruh perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program literasi keuangan.
Pada kesempatan yang sama, Bank NTT Cabang Waibakul menyerahkan hadiah kepada pemenang Lomba Menabung bertema “Guru Hebat, Anak Cermat, Menabung Sejak Dini”.
Program yang berjalan sejak 2025 ini menyasar guru dan siswa sekolah dasar sebagai upaya menanamkan budaya menabung sejak dini sekaligus memperluas inklusi keuangan melalui pendekatan edukatif.
Penyerahan hadiah dilakukan bertepatan dengan Natal Bersama Korpri Kabupaten Sumba Tengah di Kantor Bupati, yang dihadiri unsur pimpinan daerah, DPRD, ASN, dan PPPK.
Adapun pemenang lomba yakni SD Laimajori sebagai juara pertama, SD Maloba juara kedua, dan SD Anajiaka juara ketiga.
Bupati Paulus S.K. Limu mengapresiasi kontribusi Bank NTT yang dinilai konsisten mendukung pembangunan daerah, baik melalui penguatan ekonomi produktif maupun edukasi keuangan di sektor pendidikan.
“Kolaborasi seperti ini penting agar pembangunan berjalan seimbang, ekonomi tumbuh dan kualitas sumber daya manusia juga terus meningkat,” ujar Paulus.***

