KUPANG, HN – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar Kota Kupang bakal menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih pengurus baru.
Nama yang digadang-gadangkan bakal maju dalam bursa pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Kota Kupang adalah Sokan Teibang.
Menurut Sokan, pencalonannya sebagai bagian dari proses regenerasi di tubuh partai berlambang beringin, sekaligus menepis anggapan Golkar hanya didominasi oleh orang tua atau generasi tua.
“Gokar ini selalu di identikan dengan partai yang masih didominasi kelompok tua. Sedangkan kelompok muda masih berada di ruang-ruang kecil,” ujar Sokan, Jumat 4 Juli 2025.
Sehingga, kata dia, sebagai generasi muda dan kader muda, ia ingin agar ada pergeseran cara pandang masyarakat terhadap Partai Golkar, terutama di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Golkar tidak demikan. Cara pandang kita bahwa partai ini didominasi kelompok itu tidak benar. Gokar selalu membuka ruang bagi semua kader yang memenuhi syarat di semua jenjang,” jelasnya.
Dia menyebut, Partai Golkar juga selalu membuka ruang bagi semua kader terbaik yang punya panggilan untuk mengabdi di Partai Golkar.
“Jadi cara pandang itu harus diubah. Partai Golkar tidak memadang dia harus dari suku mana, agama mana, atau dia harus dari kelompok yang mana,” tegasnya.
Sokan memberanikan diri maju sebagai calon ketua DPD II Partai Golkar Kota Kupang karena Yonas Salean selaku ketua saat ini sudah mengumumkan tidak lagi maju di bursa pencalonan nanti.
“Pak Yonas memilih untuk mendorong anak muda atau kader muda Partai Golkar untuk bisa mengambil bagian dalam pemilihan ketua DPD II Gokar Kota Kupang,” ungkapnya.
Berangkat dari situ, Sokan kemudian mendiskusikan dengan para senior Partai Golkar, termasuk anggota DPR RI, Gavriel Novanto.
“Jadi pak Gavriel katakan kalau memang sudah waktunya, silahkan lakukan konsolidasi dan bisa jadi bagian yang terlibat dalam kontestasi pemilihan ketua DPD II Gokar Kota Kupang,” terangnya.
Sokan mengaku tidak ada alasan untuk menolak panggilan apapun dari Partai Golkar, karena ia sudah berada di Gokar sejak tahun 2009 hingga sekarang.
“Saya tidak bisa tolak, karena saya berada di partai ini sejak tahun 2009 hingga saat ini tidak bergeser ke mana mana. Saya selalu setia di Golkar dengan segala dinamika yang ada,” pungkasnya.***

