KUPANG, HN – Ketika matahari mulai menarik tirainya di bahu langit, keluarga Roy Herman Bolle dengan langkah tegap, beranjak dari kediaman mereka di Kelurahan Naikolan, Kota Kupang menuju Terminal Oepura.
Dalam pelukan senja yang perlahan pamit, keluarga dan istri korban, didampingi kuasa hukum Paul Hariwijaya dan Petrus Jhon Fernandez menggelar aksi mulia di bilangan Jalan Jenderal Suharto Kupang.
Mereka datang membawa serta sebuah baliho berukuran jumbo yang menampilkan wajah Kapolresta Kupang Kota, Risihan Krisna, orang yang berperan penting membuka tabir di balik kematian Roy Bolle.
Baliho itu kemudian dipasang di pelataran Terminal Oepura. Dalam keheningan senja yang semakin dalam, lilin-lilin putih yang tertata rapi dinyalakan sebagai simbol perpisahan dengan Roy yang telah pergi menghadap sang khalik.
Di bawah kolong langit yang mulai redup, keluarga korban merenung dalam kesunyian. Seutas doa tulus dipanjatkan, mengenang almarhum Roy Bolle.
Lilin-lilin itu menjadi tanda berkabung. Kilau cahaya dalam kegelapan menjadi cermin kesedihan keluarga yang terpukul akibat peristiwa tragis itu.
Jalanan pun tak henti berbicara. Deru roda besi sebagai latar belakang tak terhindarkan, sebagai orkestra kehidupan kota yang memainkan simfoni melalui klakson mobil, gemuruh mesin, dan riuh tawa warga.
Pengguna jalan yang melintas pun tak bisa mengalihkan pandangan mereka dengan tindakan mulia yang dilakukan keluarga korban Roy Bolle.
Diberitakan sebelumnya, perwakilan keluarga korban, David Bolle mengatakan, mereka memasang baliho sebagai bentuk apresiasi dan terima kasih terhadap kinerja polisi.
“Kami sangat terima kasih karena kasusnya cukup jelas dan pengungkapannya sangat cepat,” ujar David Bolle, Kamis 28 September 2023 sore.
Menurutnya, aksi itu dilakukan bersama warga sekitar Oepura dan Naikolan, serta beberapa perwakilan kelurahan lain di Kota Kupang.
Mewakili keluarga korban, David berharap kasus ini bisa diusut sampai tuntas, dan para pelaku diberikan hukuman setimpal.
Terkait penetapan tersangka, kata dia, pihak keluarga merasa puas, meski mereka menduga masih ada oknum lain yang terlibat.
“Kami harap mereka juga ikut bertanggung jawab dengan perannya masing – masing, karena waktu di TKP itu mereka ada,” jelasnya.
Meski demikian, secara pribadi mereka puas dengan kinerja polisi yang sudah menangkap para pelaku, aktor intelektual dan penyandang dana dalam kasus ini.***

