Fraksi PAN Desak Pemerintah Lakukan Operasi Pasar dan Antisipasi Dampak Kekeringan di NTT

KUPANG, HN – Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur menyoroti masalah inflasi yang tengah menghantui Provinsi NTT, dan secara tegas meminta pemerintah segera menyikapinya.

Fraksi PAN mengungkapkan kekhawatiran atas permasalahan inflasi beras yang saat ini sedang melanda secara nasional, termasuk di wilayah NTT.

Menangani masalah ini, juru bicara Fraksi PAN DPRD NTT, Rambu Praing, menyampaikan bahwa pemerintah harus segera melaksanakan operasi pasar sebagai upaya konkret dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan tingkat inflasi di Nusa Tenggara Timur.

BACA JUGA:  Gubernur VBL: Sekda Warandoy Sosok ASN yang Profesional

“Pemerintah harus memperkuat cadangan stok beras dan menjaga kestabilan harga bahan pokok,” ujar Rambu Praing, Selasa 19 September 2023.

Fraksi PAN juga merujuk pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang mengindikasikan bahwa beberapa wilayah di NTT akan mengalami kekeringan ekstrem.

BACA JUGA:  Provinsi NTT Terbaik Dalam Implementasi Program Nawa Cita Presiden Jokowi

Kondisi kekeringan ini berpotensi mengganggu sektor pertanian, peternakan, dan penyediaan air bersih untuk masyarakat NTT.

Oleh karena itu, Fraksi PAN mengingatkan pemerintah untuk selalu bersiap mengantisipasi dampak yang mungkin timbul akibat kekeringan tersebut.

Selain masalah inflasi dan kekeringan, Fraksi PAN juga mencatat data dari Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) NTT, yang mencatat 104 kasus pekerja migran Indonesia (PMI) asal NTT meninggal dunia sejak Januari hingga 11 September 2023.

BACA JUGA:  Dewan Pertanyakan Dasar Hukum Tarif Masuk TNK, Ini Tanggapan Gubernur VBL

Lebih miris lagi, semua kasus yang menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal termasuk dalam kategori PMI non prosedural.

Oleh karena itu, Fraksi PAN meminta penjelasan serius dari Pemerintah terkait masalah ini, karena hal ini telah merusak citra NTT di mata nasional.***

error: Content is protected !!