KUPANG, HN – Rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN Summit 2023 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) resmi berakhir Kamis 11 Mei 2023.
Kegiatan yang berlangsung tiga hari dengan menghadirkan 11 Kepala Negara ASEAN ini membahas sejumlah isu krusial, salah satunya human trafficking.
Ketua DPRD NTT, Emilia Julia Nomleni mengatakan, kasus human trafficking harus betul-betul dikaji secara baik, karena persoalan itu bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.
“Sehingga kami berharap pemerintah pusat itu harus bisa konsen terhadap kondisi ini,” ujar Emi Nomleni kepada wartawan di Kupang.
Menurtnya, jika berbicara human trafficking tentu ada banyak aspek yang harus diperhatikan pemerintah pusat, seperti kemiskinan dan keterbatasan pendidikan yang menjadi pemicu utama.
“Sehingga pemerintah pusat harus intervensi di posisi mana? Dan posisi yang paling utama itu adalah betul-betul seleksi untuk orang bermigrasi itu dengan aman,” jelas Emi Nomleni.
Politisi PDIP ini menjelaskan, semua orang tentu memiliki hak untuk bekerja dimana saja. Namun negara harus menatanya secara baik, sehingga mereka bisa bermigrasi secara aman, nyaman dan terdata.
“Kita harap ada kolaborasi yang kuat antara pusat, provinsi, dan kabupaten, bahkan sampai ke tingkat desa untuk proses rekrutmen. Karena yang kita bicara ini lebih banyak ilegal,” ungkapnya.
Emi Nomleni menerangkan, untuk memotong mata rantai kasus human trafficking tentu dibutuhkan kerjasama dari semua pihak.
“Kita harus saling mengingatkan. Karana banyak anak kita ini yang belum tahu. Jadi setidaknya kita yang tahu harus bisa melihat kondisi ini agar orang bermigrasi itu aman,” ungkapnya.
Sedangkan bagi masyarakat yang berangkat secara legal dan diatur pemerintah tentu akan didorong terus, sehingga seluruh proses dan mekanisme yang dilakukan bisa menjadi lebih baik kedepan.
“Seperti perizinan hingga pelatihan. Kita juga harapkan agar BLK harus bisa ditumbuhkan lagi,” ungkap Emi Nomleni.
Dia berharap isu krusial lain yang sudah dibahas dalam KTT ASEAN Summit 2023 di Labuan Bajo tidak sekedar untuk dibicarakan, tetapi harus ada solusi yang ditawarkan.
“Jadi kita harap isu-isu yang dibahas bukan hanya sampai pada batasan pembicaraan. Tetapi harus menawarkan solusi,” terangnya.
Meski demikian, Emi Nomleni mengakui, jika gelaran KTT ASEAN Summit 2023 di Labuan Bajo merupakan sebuah kesempatan langka yang patut disyukuri.
“Karena seluruh rangkaian itu tentu dimanfaatkan, baik untuk kepentingan negara, maupun kepentingan ekonomi. Sehingga kita harap masyarakat bisa merasakan dampak dari seluruh proses yang diselenggarakan,” tandasnya.***

