KUPANG, HN – SMA Katolik Giovanni Kupang mengadakan seminar bertajuk Dedari Goes to School dengan mengusung tema besar ‘Manajemen Stres’, Selasa 5 September 2023 pagi.
Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian dies natalis sekolah ke-61 yang akan jatuh pada Jumat 8 September 2023 mendatang.
Seminar yang berlangsung di aula SMA Katolik Giovanni Kupang ini di hadiri kurang lebih 250 siswa, dan para guru atau pengajar.
Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang, RD. Stefanus Mau, Pr mengatakan pentingnya kesehatan jiwa dalam mengelola stres.
Romo Stef menyampaikan bahwa sehat tidak hanya berkaitan dengan kesehatan jasmani, tetapi juga sangat berkaitan dengan jiwa untuk para siswa.
“Kalau kita sehat secara jasmani dan kejiwaan, maka dengan sendirinya akan membentuk satu kepribadian yang baik pula,” ujar Romo Stef.
Dalam seminar, kata dia, para siswa diajak untuk memahami perkembangan remaja dan belajar mengelola diri sendiri, terutama dalam menghadapi tantangan stres.
“Jadi seminar ini bisa membuat semua orang bisa mengelola diri mereka secara proporsional, baik secara jasmani maupun aspek emosionalnya,” ungkapnya.
Menurutnya, seminar yang digelar berkat kerjasama positif yang terjalin antara Rumah Sakit Dedari Kupang dan SMA Katolik Giovanni Kupang.
“Mereka memberikan pencerahan kepada para siswa tentang perkembangan remaja dan mengelola emosi mereka dengan baik,” jelasnya.
Romo Stef mengakui jika secara fisik para siswa selalu ceria mengikuti proses belajar di sekolah, namun dia menyadari gejolak emosional mereka bisa menjadi hal yang tidak terlihat.
“Sehingga seminar ini bertujuan membantu siswa mengelola emosi mereka agar stres tidak menjadi hambatan dalam pembelajaran di kelas maupun di luar kelas,” jelasnya.
Romo Stef menekankan pentingnya peran orang tua dalam membentuk lingkungan dan suasana yang mendukung para siswa.
“Karena suasana di rumah itu dapat mempengaruhi tingkat stres siswa di sekolah,” terangnya.
Romo Stef mengakui jika seminar Dedari Goes to School memiliki kelanjutan dalam kerjasama dengan RS Dedari, khususnya dalam bidang kejiwaan.
“Tujuannya membantu siswa dan guru dalam mengelola diri dan emosi. Jadi seminar ini tidak hanya berhenti hari ini, tetapi akan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain itu, Romo Stef mencatat bahwa topik manajemen stres dan kesehatan jiwa jarang ditemukan dan dibahas dalam seminar-seminar lain.
Dia berharap topik ini harus menjadi perhatian, tidak hanya para remaja, tetapi juga orang tua, dengan tujuan memberikan dukungan dalam menghadapi tantangan stres.
“Kami mendorong para siswa bersama orang tua mereka untuk bisa berkonsultasi dengan para dokter di RS Dedari,” pungkasnya.
Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa, Shinta Widari mengatakan, kesehatan bukan hanya tentang fisik, tetapi juga tentang jiwa.
“Kami ingin menanamkan kepada mereka bahwa sehat itu bukan hanya fisik saja, tetapi bagaimana kesehatan jiwa itu juga akan sangat mempengaruhi kreativitasnya, kesehatan, dan aktivitasnya,” ujar dokter Shinta.
“Kita dari Dedari juga membuat program ‘Dedari Goes to School’ karena kita menganggap kesehatan itu harus di mulai sejak dini,” tambahnya.
Menurutnya, tingkat stres di kalangan anak dan remaja di Kota Kupang bukan saja memengaruhi para siswa, tetapi juga orang tua.
Menurutnya, pandemi COVID-19 menjadi salah satu pemicu utama tingkat stres di Kota Kupang mengalami peningkatan. Hal itu terlihat dari kunjungan pasien ke klinik yang terus bertambah.
“Selain COVID, barangkali mereka sudah punya masalah sebelumnya yang tidak bisa diselesaikan dengan baik. Sehingga adanya COVID itu lebih memicu stress mereka,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, kasus depresi dan bunuh diri di berbagai kelompok usia juga mengalami peningkatan pasca pandemi COVID-19.
Dokter Sinta menyarankan pentingnya membuka komunikasi untuk mengatasi masalah yang dihadapi, karena sekecil apapun masalah bisa menyebabkan stres.
“Jadi komunikasi itu sangat penting. Dan komunikasi dengan orang yang tepat adalah cara terbaik untuk mengatasi masalah yang dihadapi,” jelasnya.
Dia menambahkan, pihaknya juga akan mengunjungi sekolah lain seperti SD dan SMP di Kota Kupang, jika pihak sekolah bersedia menerima kunjungan mereka.
“Sehingga melalui program ini, kita harap remaja akan menjadi lebih sehat jiwa dan raga, lebih produktif, dan kreatif, serta dapat mengharumkan nama sekolah,” tandasnya.
Ketua Panitia Margaretha Gena mengatakan, pihaknya memandang penting terkait seminar yang digelar dengan tema Manajemen Stres.
Menurutnya, materi yang dibawakan dalam seminar ini sangat berharga, terutama mengingat tingkat stres yang dihadapi para remaja saat ini, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah.
“Seminar ini menjadi langkah penting untuk memberikan bekal kepada siswa dalam mengatasi stres dalam kehidupan mereka baik di sekolah, relasi sosial, dan di lingkungan sekitar,” jelasnya.
Margaretha Gena menilai materi Manajemen Stres yang disampaikan dalam seminar sangat penting untuk membantu siswa dalam mempersiapkan masa depan mereka.
Dia menambahkan, sebelum perayaan dies natalis yang akan jatuh pada tanggal 8, panitia juga mengadakan kegiatan jalan santai.
“Kegiatan ini dimulai dari Taman Nostalgia jam 6 pagi dengan rute menuju DPRD Kota Kupang, berlanjut ke kantor Walikota, dan kembali ke merdeka,” pungkasnya.***

