KUPANG, HN – Calon anggota DPR RI, Adolfina Elisabeth Koamesakh sukses menggelar turnamen catur di Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Turnamen yang berlangsung sejak tanggal 10 hingga 18 Agustus 2023 ini menghadirkan 134 peserta dari berbagai kalangan.
Adolfina mengatakan, saat ini catur belum masuk dalam cabang olahraga prioritas, sehingga tidak mendapatkan dana yang cukup dari KONI untuk pengembangan atlet.
“Saya lihat catur ini bukan olahraga prioritas. Sehingga konsekuensinya adalah dana dari KONI pun sangat tidak memadai. Jadi kita butuh pemerhati terhadap olahraga ini,” ujar Adolfina Koamesakh, Jumat 18 Agustus 2023.
Menurut Adolfina, pemain catur adalah orang cerdas yang memiliki strategi unik, dan sangat berbeda dengan cabang olahraga lain seperti sepakbola dan tinju.
Baginya, catur memerlukan pemikiran dan strategi yang mendalam, sejalan dengan karakteristik atau DNA orang NTT yang dikenal sebagai pemikir.
“Orang NTT itu sudah dikategorikan sebagai pemikir. Kita bukan penulis. Kalau penulis itu orang Jawa. Tetapi kita itu pemikir, makanya banyak pecatur hebat itu orang NTT,” jelasnya.
Dia menjelaskan, para atlet catur adalah orang yang tidak ricuh, karena segala sesuatu pasti dilakukan dengan tenang. Berbeda dengan bolakaki dan cabang olahraga lainnya.
“Jadi catur ini olahraga yang sangat elegan. Saya sebenarnya tertarik dengan catur sejak tahun 2009. Sehingga event ini mempertajam lagi ketertarikan saya dengan catur,” ungkap Adolfina.
Dalam cabang olahraga catur, kata dia, tidak bisa lepas dari generasi ke generasi, karena mereka sudah memiliki sistem pengkaderan yang baik terhadap generasi muda.
“Catur itu secara alamia sudah punya sistem pengkaderan untuk generasi muda. Jadi saya hadir di event itu hanya sebagai fasilitator, supaya mereka bisa mengasah kemampuan lebih tinggi lagi,” ungkapnya.
“Saya juga karena hobi catur, sehingga dana untuk event itu full support dari saya. Tetapi secara action di lapangan itu panitia dan wasit yang all out untuk sukseskan turnamen ini,” tambah Adolfina.
Untuk diketahui, pendaftaran turnamen catur ini dibuka bertepatan dengan hari ulang tahun Adolfina Koamesakh yang jatuh pada tanggal 15 Juli 2023 lalu.
Dalam rentan waktu 1 bulan, sudah 200 lebih orang yang mendaftar sebagai calon peserta. H-7 pendaftaran terpaksa ditutup karena dikuatirkan peserta membludak.
Sehingga turnamen catur itu resmi dibuka pada Sabtu 12 Agustus 2023 lalu, dengan jumlah peserta 134 orang. Peserta lain tidak dapat hadir karena berbagai alasan.
Ketua panitia turnamen catur, Imanuel Tomodok mengaku banyak peserta yang senang dengan kehadiran Adolfina Koamesakh karena sudah menggelar event catur.
“Kehadiran ibu Adolfina ini banyak sekali yang senang, terutama para junior yang sedang kita persiapkan jadi master,” jelasnya.
Dia berharap kedepan ada banyak sosok seperti Adolfina Koamesakh di Nusa Tenggara Timur sehingga bisa membantu para atlet catur dengan menggelar berbagai event di Kota Kupang.
“Kami harap banyak sosok seperti ibu Adolfina di NTT untuk membantu atlet catur kita,” ungkapnya.
Menurutnya, mereka memanfaatkan turnamen catur yang digelar Adolfina Koamesakh sebagai tolak ukur elo rating untuk turnamen selanjutnya.
“Turnamen berkut kita pakai sistem elo rating. Jadi tidak ada yang jago ketemu pemain pemula. Mereka akan ketemu sesuai elo ratingnya,” pungkasnya.
Turnamen catur ini direncanakan akan digelar kembali di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur pada bulan Januari tahun 2024 mendatang.***

