Gubernur Melki Minta Perbankan Perluas Penyaluran KUR untuk UMKM

Gubernur NTT, Melki Laka Lena (Foto: Ist)

KUPANG, HN – Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, meminta sektor perbankan untuk memperluas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna memperkuat dukungan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

Hal tersebut disampaikan Melki saat menghadiri Rapat Koordinasi Pembahasan Ekonomi Daerah Provinsi NTT yang digelar di Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi NTT, Kamis 11 Maret 2026.

Rapat itu berbagai isu dibahas, mulai dari perkembangan ekonomi daerah, pengendalian inflasi, penguatan sektor unggulan, hingga upaya mendorong investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat.

BACA JUGA:  SKALA NTT Komit Bantu Wujudkan Program Dasa Cita Melki-Johni

Sektor pertanian juga menjadi perhatian karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Selain itu, rapat juga membahas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, meningkatkan literasi, inklusi keuangan masyarakat, serta mendorong pengembangan industri berbasis potensi lokal agar mampu meningkatkan nilai tambah produk daerah.

Melki menegaskan, penguatan penyaluran KUR menjadi langkah yang tepat untuk menjaga keberlanjutan dan pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

BACA JUGA:  Gubernur Melki Kenang Ray Fernandez Sebagai Pemimpin yang Tulus dan Pekerja Keras

“Melalui akses pembiayaan yang lebih mudah dan bunga yang terjangkau, pelaku UMKM dapat memperoleh tambahan modal untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha, serta meningkatkan kualitas produk dan daya saing di pasar,” ujarnya.

Menurut Melki, keberhasilan penyaluran KUR juga sangat bergantung pada produktivitas usaha masyarakat di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, dan perikanan.

BACA JUGA:  450 ASN Terlambat Ikut Apel, Gubernur Melki: Jangan Jadi Virus untuk Rekan Kerja

“Kalau produktivitas masyarakatnya baik, maka pembiayaan KUR bisa berjalan berkelanjutan. Pelaku usaha juga akan lebih mudah mengembalikan pinjaman jika hasil produksi meningkat dan memberikan keuntungan yang baik,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan produktivitas harus menjadi dasar untuk mendorong hilirisasi dan industrialisasi di NTT.

“Kalau produktivitas meningkat dan hilirisasi berjalan, maka industrialisasi NTT akan semakin kokoh. Produksi meningkat, hilirisasi berkelanjutan, maka industrialisasi akan mulai bergerak dan bertumbuh merata di seluruh NTT,” pungkasnya.***

error: Content is protected !!