KUPANG, HN – Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Kabupaten Lembata diduga berupaya menghambat karir empat mantan atau eks pemain Persebata Lembata. Empat pemain itu adalah Marianus Ama Labi Namang, Yohakim Goran Sulaona, Petrus Kopong, dan Sebastian Wetu.
Mereka adalah pilar utama Laskar Sembur Paus, julukan Persebata, yang sukses mengantar Persebata menembus partai final El Tari Memorial Cup (ETMC) 2022 di Lembata dan babak 8 besar ETMC 2023 di Rote Ndao.
ETMC 2025 di Kota Kupang, keempat pemain juga berhasil membawa Persebata ke partai final dan memastikan tiket ke Liga IV Seri Nasional 2025.
Bersama Perseftim Flores Timur dan Bintang Timur Atambua, Persebata Lembata menjadi satu-satunya wakil NTT yang lolos ke pentas Liga III Nasional 2025/2026 usai finis di posisi 8 besar.
Namun, dibalik keberhasilan Persebata, justru muncul badai di internal tim. Mulai dari hilangnya Jersey pemain hingga empat pemain andalan Laskar Sembur Paus memilih mundur dari tim jelang perhelatan Liga III Nasional.
Keputusan itu menuai pro kontra di berbagai platform media sosial. Sebagian publik mendukung langkah para pemain. Sementara sebagian lain justru menuding mereka tidak loyal terhadap tim.
Banyak pihak yang menilai keputusan para pemain karena tidak ada kejelasan atau titik temu terkait penyelesaian studi para pemain usai menyelesaikan kompetisi Liga III Nasional musim 2025/2026.
Usai memutuskan mundur, keempat pemain justru mendapat tawaran resmi dari Askab Belu untuk memperkuat Persab Belu di ajang ETMC XXXIV yang akan digelar di Kabupaten Ende bulan November 2025.
Namun, anehnya, surat permohonan resmi yang diajukan oleh Askab Belu justru ditolak mentah-mentah oleh Askab Lembata melalui surat bernomor: 193/ASKAB PSSI-LBT/X/2025.
Surat itu, Askab Lembata menyebut para pemain masih dibutuhkan pelatih dan akan didaftarkan untuk kompetisi Liga III Nusantara. Namun, faktanya, para pemain sudah menolak untuk memperkuat Persebata musim 2025/2026.
Keputusan Askab Lembata menolak rekomendasi pindah ini pun menuai kritik dari para pemain, karena mereka juga tidak terikat kontrak apapun dengan manajemen Persebata Lembata.
Justru kebijakan yang dikeluarkan Askab PSSI Lembata dinilai blunder, dan diduga ada upaya terselubung untuk ‘mengunci’ karir para pemain. Artinya, karir Rino Cs sedang dibunuh pelan pelan oleh Askab Lembata.
Eks Pemain Persebata, Yohakim Goran Sulaona mempertanyakan keputusan Askab Lembata yang dinilai tidak masuk akal. Dia menyebut, keputusan mereka untuk mundur dari tim sudah disepakati dengan manajemen Persebata.
“Berdasarkan pertemuan kami berempat, saya (Ade Pa), Rino Namang, Asten Wetu, dan Pican Wuwur yang didampingi oleh tim Persab Belu dengan pihak management Persebata, disepakati soal pengunduran diri kami. Terus apa lagi yang mau dipersoalkan dari Askab Lembata? Kok kami sampai dipersulit seperti ini ada apa sebenarnya?,” tegas Goran Sulaona dilansir akun Facebook @Adepa, Jumat 31 Oktober 2025.
“Dedikasi apa sih yang kami belum kasih buat persebata sampai kalian begitu benci dengan kami?. kami keluar dengan alasan yang jelas, ingin mengejar masa depan kami ke depan yang lebih baik itu juga masih salah di mata kalian ka?,” jelasnya.
“Sepak bola itu memang menyenangkan tapi bagi kami ini sangat menyakitkan. TERIMA KASIH BANYAK DAN MINTA MAAF BUAT SELURUH MASYARAKAT LEMBATA para Yudas,” tambah Goran Sulaona.
Postingan Yohakim Goran Sulaona dibanjiri komentar pedas dari warganet. “Ada U di balik B,” tulis akun @Cesar Making. “Kalau sudah ada kesepakatan dengan manajemen sampe lahir surat pengunduran diri maka so selesai ini barang,” tambah akun @Eman Sinuor.
Bahkan, akun @Alian Pow secara terbuka menyebut pengurus Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Kabupaten Lembata di isi oleh manusia munafik.
“Manusia munafik semua pengurus PSSI Kab. Lembata itu. Jadi pengurus itu harus Profesional dong. Kalau memang sesuatu hal yg sangat membuat mereka ingin mencari atmosfer baru ya udah ikhlasin dong. Ngapain harus mempersulit mereka. Ini bodoh namanya ni,” tulus @Alan Pow.***

