KUPANG, HN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) sepakat memperkuat kerja sama ekonomi lintas batas dengan fokus pada pengembangan UMKM, pertanian, peternakan, kelautan, hingga perdagangan ekspor.
Demikian disampikan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Leka saat menerima audiensi Wakil Perdana Menteri RDTL Mariano Sabino Lopes, Kamis 10 Juli 2025.
“Pertemuan itu membahas rencana penguatan kerja sama di sektor ekonomi antara Timor Leste dan Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujar Gubernur Melki.
Gubernur Melki menjelaskan, penguatan kerja sama ekonomi ini dilandasi oleh kedekatan hubungan sosial budaya antara NTT dan Timor Leste, serta potensi yang dimiliki di berbagai sektor produktif.
“Mulai dari sektor pertanian, peternakan, perikanan, kelautan hingga pemberdayaan UMKM lokal menuju tahap ekspor,” jelas Melki Laka Lena.
Menurut Melki, NTT dan Timor Leste juga akan segera bentuk tim kerja sesuai dengan fokus pengembangan potensi di setiap sektor.
“Ini sebagai langkah awal untuk mendorong pengembangan ekonomi dari kedua belah pihak yang tentu akan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” jelasnya.
Menurut Melki Laka Lena, kolaborasi itu akan fokus ke sektor pertanian, peternakan, perdagangan, dan industri dengan melibatkan berbagai pihak seperti Kadin, industri dan kementerian terkait.
“Kita ingin agar langkah awal ini kita dapat memanfaatkan peluang untuk pengembangan ekonomi kita bersama,” jelas Melki.
Dia menyebut, kolaborasi itu harus dijaga dengan baik dan terintegrasi secara kuat melalui penyesuaian kebijakan untuk mempermudah mobilisasi masyarakat dan aktivitas ekonomi khusus di wilayah perbatasan.
“Kita juga butuh dukungan pemerintah pusat dan kementerian terkait bersama pihak lainnya seperti Kadin untuk kelancaran kerja sama ekonomi dan dapat ditingkatkan dari segi kuantitas maupun kualitas,” pungkasnya.
Wakil Perdana Menteri Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) Mariano Sabino Lopes mendorong kerja sama ekonomi harus terus ditingkatkan mengingat potensi yang mendukung antara kedua negara di wilayah Pulau Timor.
Mariano menyoroti potensi ekonomi lewat upaya peningkatan dukungan aktivitas mobilisasi di wilayah perbatasan, kerja sama even pariwisata dan budaya hingga pengembangan pertanian, perikanan, dan kelautan sebagai poin untuk mencapai ekspor.
“Saya harap ke depan kita saling komitmen dan meningkatkan peluang bisnis di wilayah perbatasan karena mobilisasi masyarakat sangat tinggi di akhir pekan baik dari Belu ke Timor Leste ataupun sebaliknya,” ungkapnya.
Selain itu, kata dia, perlu pengelolaan irigasi dan sumber daya air secara optimal sebagai bagian dari peningkatan pembangunan pertanian antara kedua negara untuk ketahanan pangan.
“Juga kerja sama di bidang kelautan dan perikanan termasuk budidaya kepiting dan potensi udang atau lobster untuk pengembangan ekonomi lokal,” jelasnya.
Dia menambahkan, promosi atau even pariwisata berbasis budaya dan alam juga dapat dilaksanakan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan menciptakan daya tarik bagi tamu atau pendatang.
“Kita Timor Leste dan NTT ini bersaudara. Kita punya tanggung jawab besar untuk saling mendukung dalam menuju kemajuan peradaban,” tandasnya.***

