KUPANG, HN – Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena memastikan Bank NTT siap menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp1 triliun untuk mendukung pelaku UMKM di NTT, serta menyukseskan program One Village One Product (OVOP) yang baru dilaunching pada Selasa 27 Mei 2025 lalu.
“Kalau penyaluran KUR ini berjalan baik, maka saya pastikan bahwa program One Village One Product (OVOP) se NTT akan dibiayai oleh KUR ini,” ujar Melki kepada wartawan di Kupang, Rabu 4 Mei 2025.
Menurut Gubernur Melki, KUR merupakan otoritas Kementrian UMKM dan Kemenko Perekonomian. Setelah proses panjang, termasuk penanganan kredit macet (NPL), mulai bulan Juni Bank NTT sudah bisa menyalurkan KUR.
“Kredit macet (NPL) dari KUR sudah kita turunkan sesuai yang diminta oleh kementrian, sehingga mulai bulan Juni ini sudah jadi bank yang bisa menyalurkan KUR di NTT,” ungkap Melki Laka Lena.
Dia menyebut, KUR akan disalurkan lewat skema yang paling bagus, sehingga dana itu benar-benar produktif dan bisa digunakan masyarakat untuk menggerakan sektor ekonomi di level bawah.
Selain itu untuk mendukung program One Village One Product (OVOP), yang fokus pada sektor pertanian, kelautan, perikanan, peternakan dan perkebunan.
Melki menegaskan, penyaluran KUR akan didampingi oleh lembaga-lembaga yang bertugas untuk memastikan pemanfaatan dana kredit berjalan efektif dan dapat dikembalikan lagi ke Bank NTT.
“Kami akan libatkan pemerintah kabupaten / kota, pengusaha, lembaga keagamaan, serta kampus sebagai mitra penyaluran kredit di lapangan,” ungkapnya.
“Semoga kita segera rapatkan polanya. Kami juga akan rapat dengan dengan Bank NTT untuk merapikan planing bisnis Bank NTT ke depan bersama para pemegang saham,” tandasnya.
Bupati Kabupaten Kupang, Yosef Lede menyambut baik KUR Rp1 triliun yang akan disalurkan lewat Bank NTT. Dia berharap pelaku UMKM menerima sebagai berkat.
“Harus gunakan anggaran yang akan dikucurkan itu untuk pengembangan UMKM, sehingga bisa meningkatkan pendapatan,” jelasnya.***

