BRI Waikabubak Salurkan KUR Rp115 Miliar, 83 Persen ke Sektor Produksi

Branch Manager BRI BO Waikabubak, Pande Made Yogi Winata (Foto: Ist)

WAIKABUBAK, HN – Bank Rakyat Indonesia (BRI) Branch Office (BO) Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR sebesar Rp115 miliar hingga Desember 2025.

Branch Manager BRI BO Waikabubak, Pande Made Yogi Winata mengatakan, mayoritas penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mengalir ke sektor produksi.

“Sebagian besar KUR didominasi sektor produksi sebesar Rp95 miliar atau sekitar 83 persen dari total penyaluran hingga Desember 2025,” ujar Pande, Minggu 29 Maret 2026.

BACA JUGA:  Monopoli Alfamart dan Indomaret Ancam Usaha Kecil di NTT

Dia menjelaskan, sektor produksi yang dimaksud mencakup pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta industri jasa lainnya.

Menurut dia, sektor-sektor ini dinilai sebagai tulang punggung perekonomian masyarakat di wilayah Waikabubak dan sekitarnya.

Melalui akses pembiayaan yang lebih mudah, pelaku usaha disebut memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

BACA JUGA:  Cerita Inspiratif Owner Anya’s Bakery dan Sentuhan Magis Bank NTT

Penyaluran KUR juga menjadi bagian dari komitmen BRI mendukung program pemerintah, khusus memperkuat struktur ekonomi nasional berbasis Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Ini merupakan upaya nyata BRI dalam mendukung perekonomian masyarakat. Kami melihat potensi besar di sektor pertanian dan peternakan yang perlu didukung dari sisi pembiayaan maupun peningkatan kapasitas usaha,” jelas Pande.

BRI tidak hanya menyalurkan pembiayaan, tetapi juga memberikan pendampingan usaha dan edukasi finansial kepada para debitur.

BACA JUGA:  Dinas PMD NTT Akan Bangun Pabrik Bambu di Seluruh Desa

“Langkah ini bertujuan agar pelaku usaha dapat mengelola bisnis secara berkelanjutan dan bertanggung jawab,” jelasnya.

Selain itu, kata Pande, pelaku UMKM juga didorong untuk memanfaatkan platform digital guna memperluas pasar dan meningkatkan skala usaha.

“Kami berkomitmen mendampingi pelaku UMKM, tidak hanya dari sisi modal, tetapi juga melalui pelatihan dan edukasi digital agar usaha mereka bisa naik kelas,” pungkas Pande.***

error: Content is protected !!