NPL Mandiri NTT 0,7 Persen, Target Salurkan KUR Rp350 Miliar di 2026

KUPANG, HN – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Area Nusa Tenggara Timur (NTT) target menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp350 miliar di tahun 2026.

Target itu meningkat dua kali lipat setelah realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat atau KUR di tahun 2025 melampaui target.

Area Head PT Bank Mandiri Area NTT, Dewa Made Sugianta, mengatakan, tahun 2025 Bank Mandiri target salurkan KUR Rp150 miliar. Namun hingga akhir tahun, realisasi penyaluran KUR mencapai Rp176 miliar.

“Tahun 2025 target kami KUR Rp150 miliar, tetapi kami lending di Rp176 miliar,” ujar Dewa kepada wartawan di Kupang, Senin 16 Maret 2026.

BACA JUGA:  Pemkab Kupang Tambah Modal Rp115 Miliar ke Bank NTT Melalui Pola Inbreng

Dia menyebut, Bank Mandiri berencana untuk meningkatkan alokasi penyaluran KUR di NTT sebesar Rp350 miliar di tahun 2026.

“Tahun 2026 kami akan salurkan Kredit Usaha Rakyat atau KUR sebesar Rp350 miliar di wilayah Nusa Tenggara Timur,” jelasnya.

Di sisi lain, kualitas kredit Bank Mandiri masih terjaga. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) tercatat berada pada level 0,7 persen.

“NPL atau kredit bermasalah Bank Mandiri di NTT 0,7 persen,” ungkapnya.

Selain fokus penyaluran kredit, Bank Mandiri NTT juga memastikan kesiapan layanan transaksi bagi masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

BACA JUGA:  Polres Rote Ndao Selidiki Dana Bantuan Rp1,5 Miliar untuk Pembelian Rumput Odot

Bank Mandiri menyiapkan uang tunai sebesar Rp15,8 miliar untuk memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat selama periode Lebaran dan libur panjang.

“Uang tunai yang kami siapkan untuk menghadapi Lebaran dan libur panjang sekitar Rp15,8 miliar,” kata Dewa.

Dia menjelaskan, saat ini Bank Mandiri memiliki 18 kantor cabang di wilayah NTT yang telah dilengkapi fasilitas setor tunai untuk memudahkan layanan bagi nasabah.

Selain itu, kata Dewa, Bank Mandiri juga memastikan seluruh mesin ATM beroperasi optimal selama periode Lebaran.

“Kami pastikan semua ATM Mandiri, baik yang ada di kantor cabang maupun di area publik memiliki Service Level Agreement (SLA) sebesar 99,8 persen. Artinya tidak boleh ada mesin yang down atau kehabisan uang,” jelasnya.

BACA JUGA:  Ahli Waris Kaget Sertifikat Tanah Orangtua Beralih Nama, Gugat Paman Kandung ke PN Kupang

Bank Mandiri mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan transaksi digital untuk mempermudah aktivitas keuangan selama masa libur.

Nasabah Bank Mandiri bisa lakukan pembayaran menggunakan berbagai kanal, mulai dari QRIS, kartu debit, hingga kartu kredit.

“Kami juga punya QRIS, jadi tidak perlu khawatir. Transaksi tidak hanya menggunakan uang tunai, tetapi juga bisa non tunai. Tinggal scan menggunakan QRIS, kartu debit, atau kartu kredit,” pungkas Dewa.***

error: Content is protected !!