KUPANG, HN – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus mendorong percepatan pengoperasian NTT Mart di seluruh kabupaten/kota. Hingga saat ini, NTT Mart telah resmi launching di 11 daerah, dan ditargetkan seluruh wilayah di NTT rampung paling lambat akhir Januari 2026.
Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma, mengatakan program NTT Mart disiapkan sebagai wadah pemasaran produk lokal, khususnya hasil produksi masyarakat desa.
“Sekarang sudah 11 kabupaten yang launching NTT Mart. Kita harap akhir Januari semua daerah sudah launching,” ujar Johni Asadoma, Jumat 2 Januari 2026.
Wagub Johni berharap kehadiran NTT Mart mampu membuka akses pasar bagi produk desa agar bisa terserap secara secara baik.
“Kita harap produk-produk dari desa bisa dibeli dan dipasarkan melalui NTT Mart,” jelas Mantan Kapolda NTT ini.
Menurutnya, tantangan saat ini adalah branding NTT Mart yang belum dikenal luas. Namun ia optimistis, seiring waktu dan peningkatan kualitas produk, NTT Mart bisa menjadi salah satu pusat pemasaran unggulan masyarakat NTT.
“Mungkin sekarang branding-nya belum terlalu dikenal. Tapi kalau sudah terkenal, ini bisa menjadi wadah untuk pemasaran produk masyarakat,” jelas Johni.
NTT Mart juga dirancang terintegrasi dengan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, yang akan mendapat suntikan dana hingga Rp3 miliar. Skema ini diharapkan bisa mendukung program One Village One Product (OVOP) di NTT.
“Koperasi ini akan berkembang karena ada dukungan modal. Ini akan membantu OVOP di desa-desa,” ujarnya.
Namun demikian, Johni menyebut setiap produk yang masuk ke NTT Mart harus memenuhi standar kualitas, mulai dari aspek higienis, halal, hingga perizinan BPOM.
“Produk harus punya standar. Misalnya higienis, halal, dan terdaftar di BPOM,” tegasnya.
Johni Asadoma mengakui, sebagai program baru, implementasi NTT Mart belum sempurna. Namun Pemprov NTT terus berkomitmen untuk melakukan perbaikan secara bertahap.
“Satu program yang baru tentu tidak mungkin langsung sempurna. Pasti ada kekurangan, tapi akan kita perbaiki seiring perjalanan,” katanya.
Dia menyebut, selama 10 bulan menjabat Wakil Gubernur, Pemprov NTT masih melanjutkan sejumlah program dari pemerintahan sebelumnya. Ia berharap pada tahun kedua, kinerja pemerintah daerah bisa semakin optimal.
“Kami baru 10 bulan menjabat, belum banyak yang bisa disentuh. Program lama kita teruskan. Kita harap di tahun kedua bisa bekerja lebih banyak. Semua butuh waktu dan proses,” pungkasnya.***

