Samuel Haning Minta BPK Audit Dana Pra PON yang Dikelola KONI NTT

KUPANG, HN – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) NTT meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit dana Pra PON yang dikelola Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) NTT.

Ketua Pertina NTT, Dr. Semuel Haning SH., MH., CMe.CPArb mengatakan, pelaksanaan Pra PON II cabang olahraga tinju hingga saat ini masih terkendala anggaran.

Menurut dia, awalnya KONI yang menyetujui Provinsi NTT menjadi tuan rumah Pra PON II Cabor tinju, namun tidak menyumbangkan uang satu rupiah pun.

BACA JUGA:  Kecam Wasit, Kiper Argentina Terancam Absen di Laga Semifinal Melawan Kroasia

“KONI yang rekomendasi kita jadi tuan rumah, tetapi sekarang mereka biarkan kami luntang lantung begini,” tegas Samuel Haning, Jumat 27 Oktober 2023.

Dia menegaskan, Ketua KONI NTT, Josef Adrianus Nae Soi pernah menyebut dana untuk Pra PON hanya sebesar Rp2 miliar rupiah.

Namun, kata Samuel Haning, pengakuan Asisten I Sekda Provinsi NTT Erny Usboko menyebut dana Pra PON yang dialokasikan untuk KONI NTT sebesar Rp5 miliar rupiah.

BACA JUGA:  Polisi Gagalkan Pengiriman 16 Tenaga Kerja Ilegal ke Kalimantan Tengah

“Saya akan kejar ini. Tadi pertemuan dengan Asisten I, dia sebut dana untuk KONI Rp5 miliar. Tetapi Josef Nae Soi katakan hanya Rp2 miliar. Ini ada apa?,” tanya Sam Haning.

Samuel Haning mengaku dirinya selama ini menjabat sebagai Ketua SDM KONI NTT, namun dia tidak pernah diundang untuk menghadiri rapat dan membahas tentang anggaran.

BACA JUGA:  Bejat! Ayah di NTT Cabuli 2 Orang Anak Tirinya Bertahun-Tahun

“Masa dana Rp5 miliar tetapi dilapor hanya Rp2 miliar. Nanti kita ketemu di pengadilan. Saya akan minta BPK audit KONI NTT,” ungkap Samuel Haning.

Samuel Haning bahkan meragukan kesiapan Provinsi NTT sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) yang akan digelar tahun 2028 mendatang.

“Kalau mau jadi tuan rumah PON 2028, mereka itu harus diganti, termasuk Ketua KONI NTT, Josef Nae Soi. Harus ganti total,” terangnya.***

error: Content is protected !!