KUPANG, HN – Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, menyebut kompetisi perebutan kursi DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II tergolong cukup ketat.
Pasalnya, dari 7 kursi yang tersedia akan diperebutkan oleh 119 calon legislatif. Jika dihitung, 17 kontestan akan berjuang merebut 1 kursi dari total yang ada.
Menurut Ahmad Atang, persaingan caleg pendatang baru dan incumbent harus memiliki modal politik, sosial, dan finansial yang menjadi faktor kunci.
Meski demikian, kata Atang, salah satu faktor krusial yang harus diperhatikan para caleg adalah strategi pemasaran yang efektif.
“Karena modal itu akan menjadi sia-sia, jika tidak ditunjang dengan strategi marketing yang baik,” ujar Ahmad Atang, Sabtu 9 September 2023.
Dia menjelaskan, setiap caleg memiliki strategi pemasaran yang berbeda, dengan pendekatan yang bervariasi dalam mencapai basis pemilih mereka.
“Ini berlaku juga untuk Oktobius Wiritana Ringu, caleg nomor 5 dari Partai Gerindra yang berasal dari Kabupaten Sumba Timur,” jelasnya.
Ahmad Atang menilai Oktobius memiliki keunggulan dengan tim dan jaringan kerja yang terstruktur, karena sebelum terjun ke dunia politik, Oktobius adalah seorang tokoh muda yang aktif di dunia pertanian.
“Sehingga jaringan petani menjadi basis utamanya, dan ini dianggap sebagai modal berharga yang harus dijaga untuk mendukung upaya politiknya,” ungkapnya.
Namun, Atang menegaskan bahwa memiliki basis dan modal belum cukup untuk menjamin kemenangan, sehingga kerja keras yang terukur dan masif dinilai sangat penting untuk dilakukan.
“Karena itu saya yakin Oktobius Ringu berpeluang mewakili Dapil NTT II, yang mencakup pulau Sumba, Timor, Sabu, dan Rote, asalkan dia berjuang keras dan terukur di lapangan,” ungkapnya.
Ahmad Atang juga mengingatkan bahwa dalam demokrasi saat ini, figur individu lebih berpengaruh dari partai politik, dan keuntungan besar Oktobius adalah berada di wilayah Pulau Sumba yang memiliki basis pemilih yang besar.
“Oleh karena itu, tugas Oktobius harus memaksimalkan potensi elektoral yang dimiliki dengan bekerja keras secara terukur guna meraih salah satu kursi yang tersedia di Senayan,” pungkasnya.***

