KUPANG, HN – Maeci Kolis, gadis 15 tahun, warga Desa Oeltua, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang ditemukan tewas tertimpa pohon kelapa, Selasa 12 Maret 2024 malam.
Kapolres Kupang, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, S.I.K, M.H, mengatakan, korban ditemukan dalam keadaan tertindih pohon kelapa saat sedang tidur bersama neneknya di kamar rumah.
Menurut dia, kejadian ini bermula ketika hujan deras disertai angin kencang, yang menyebabkan pohon kapuk di dekat rumah korban tumbang dan mengenai pohon kelapa.
“Akibatnya pohon kelapa itu roboh dan menimpa kamar tempat korban bersama nenek dan saudaranya tidur,” ujar Agung.
Paman korban, Yohanis Lakusaba, yang saat itu masih terjaga, segera mengecek keadaan kamar setelah mendengar suara gemuruh.
Namun menemukan kondisi yang mengerikan, atap dan dinding kamar sudah roboh tertimpa pohon kelapa, sedangkan korban telah tertindas di bawah reruntuhan bersama buah kelapa yang banyak.
“Saat itu korban sudah tertindih pohon dan buah kelapa yang cukup banyak, sedangkan oma dan saudaranya berhasil menyelamatkan diri,” jelasnya.
Saat itu korban langsung diangkat dan diserahkan ke ibunya, namun dia tak lagi tertolong dan menghembuskan nafas dalam gendongan ibunya.
Hasil pemeriksaan tenaga medis Pustu Oelfatu, korban mengalami luka serius di bagian punggung, kaki kanan, dada, serta perut. Dugaan sementara menyebutkan bahwa korban meninggal dunia akibat benturan benda keras.
Personil Polsek Amfoang Utara bersama warga setempat turut serta membersihkan pohon kelapa yang tumbang dan melakukan perbaikan sementara pada rumah semi permanen korban.
Masyarakat diminta waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti tumbangnya pohon, longsor, banjir, dan lain sebagainya.
“Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya keselamatan dalam menghadapi bencana alam,” pungkas Agung.***

