Jokowi dan Dendang Cinta dari Bumi Cenderawasih

Presiden Joko Widodo (Foto: Instagram @Jokowi)

KUPANG, HN – Dari semua provinsi di Indonesia, mungkin Provinsi Papua dan Papua Barat menjadi daerah yang paling mencintai Presiden Joko Widodo. Di bumi Cenderawasih, Jokowi lebih dari sekedar presiden. Bagi mereka, Jokowi adalah bapa dan penyelamat Papua.

Rasa cinta yang dirasakan rakyat Papua dari Presiden Joko Widodo sangat tulus dan murni. Hanya mendengar nama Jokowi saja, mereka akan meneteskan air mata.

Mungkin terlalu lebai bagi mereka yang tinggal di luar Papua, yang sedikit banyak sudah merasakan kehadiran negara di era presiden sebelumnya. Namun bagi rakyat Papua, hanya di era Jokowi mereka merasa merdeka.

Di era orde baru, Presiden Soeharto pernah berencana untuk membangun Papua. Namun dengan pertimbangan untung rugi, pembangunan itu tidak pernah terjadi.

Presiden Soeharto kala itu mengatakan tidak ada investor yang mau berinvestasi di Papua. Jadi sangat sulit untuk memajukan provinsi yang kala itu masih bernama Irian Jaya itu.

“Khusus untuk Irian Jaya, memang pemerintah mendorong untuk pembangunan disana. Tetapi tidak ada investor yang tertarik. Sebab mereka tidak mau menanam modalnya tanpa keuntungan,” ujar Soeharto dilansir media ini dari sejumlah video amatir.

Pertimbangan yang sama terus berlanjut ke presiden-presiden selanjutnya. Sehingga Papua tetap tertinggal, meski penguasa di Indonesia sudah silih berganti.

BACA JUGA:  KPK Pastikan Segera ke Papua Periksa Lukas Enembe

Penantian panjang rakyat Papua akhirnya terjawab di era Presiden Jokowi. Tanpa pertimbangan untung rugi, Jokowi langsung menggerakkan pembangunan besar-besaran di tanah Papua.

Pembangunan jalan di Papua menjadi proyek yang paling banyak menyerap anggaran. Jokowi membangun jalan Trans Papua dengan panjang 3.462 km dan jalan lintas perbatasan sepanjang 1098 km.

Jalan itu menjadi akses utama penghubung antar daerah di Papua dan Papua Barat. Sehingga berhasil memangkas kesenjangan harga yang dulunya sangat tinggi di tanah Papua.

Selain membangun jalan, Jokowi turut membangun enam pelabuhan dan sepuluh bandara, sehingga memudahkan arus keluar masuk orang dan logistik, serta hasil bumi dari Papua ke daerah lain di Indonesia.

Pembangunan Jokowi di tanah Papua juga menyentuh hingga ke pelosok daerah pegunungan. Untuk memajukan SDM di bumi cendrawasih, 176 sekolah dan sejumlah perguruan tinggi dibangun Jokowi di Papua.

Selain itu membangun fasilitas akademi sepak bola bertaraf internasional di Jayapura. Bahkan, demi memajukan olahraga di Papua, Jokowi membangun berbagai fasilitas olahraga dan menjadikan Papua sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) 2021.

“Kita bangga berada di tanah Papua. Kita juga bangga membuka PON yang pertama kali diselenggarakan di tanah Papua,” ujar Jokowi saat membuka PON di tanah Papua 2021 lalu.

BACA JUGA:  Wanita di Kupang Polisikan Teman Atas Dugaan Penipuan Uang Sebesar Rp40 Juta

Untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, Jokowi juga membangun Papua Youth Creative Hub yang membawahi bidang ekonomi seperti pertanian, peternakan, perikanan, UMKM, hingga pusat teknologi yang bisa melahirkan talent talent dan pengusaha muda di Papua.

Tak hanya itu, Jokowi juga membangun Pos Lintas Batas Negara (PLBN) menjadi lebih megah, serta membangun jembatan, dan membuka lahan pertanian baru di tanah Papua.

Sedangkan untuk daerah pelosok, Jokowi membangun rumah yang layak bagi rakyat kurang mampu yang tinggal di daerah pegunungan.

Itulah yang telah dibuat Presiden Jokowi untuk Papua. Sehingga wajar, jika Jokowi sangat dicintai rakyat Papua, karena dia menjadi presiden pertama yang menginjakan kakinya di tanah Papua lebih dari 20 kali.

Jokowi sudah mengunjungi hampir semua daerah di Papua, mulai dari kota, pedesaan hingga ke daerah-daerah pegunungan. Itu yang membuat Jokowi begitu berarti bagi rakyat Papua.

Yang paling berkesan bagi rakyat Papua adalah Jokowi bukan berasal dari tanah Papua, namun cintanya kepada rakyat Papua melebihi tanah kelahirannya sendiri. Bahkan Jokowi tak takut kehilangan nyawanya ketika berkunjung ke daerah yang paling rawan di Papua.

Purna Tugas

Tanpa terasa, masa bakti Presiden Joko Widodo sebentar lagi akan berakhir. Di tahun 2024, masyarakat Indonesia akan menyambut presiden baru.

BACA JUGA:  Rekomendasi 5 Bukit Teletubbies Terindah di Indonesia, Nomor Satu ada di NTT

Namun entah kenapa, masih banyak rakyat Indonesia yang belum siap kehilangan Presiden Jokowi, khususnya bagi mereka yang sudah merasakan langsung kehadiran Jokowi di kehidupan mereka.

Bukan menjadi rahasia umum, Jokowi merupakan salah satu presiden yang paling dicintai rakyat. Berkat kesederhanaan yang mau turun langsung melihat rakyat kecil membuat dirinya sangat di idolakan.

Bahkan tidak ada benteng arogansi yang membatasi Presiden Jokowi dengan masyarakat. Itulah yang membuat kebanyakan rakyat Indonesia yang belum rela kehilangan Presiden Joko Widodo.

Di era kepemimpinan Jokowi, masih ada banyak pihak yang membenci Jokowi dengan memainkan isu-isu kotor untuk menjatuhkan dirinya.

Namun, bagi rakyat cerdas yang bisa membedakan mana berita hoax dan fakta, pasti mengerti bahwa Jokowi adalah presiden yang sangat tulus melayani rakyat.

Setelah purna tugas sebagai kepala negara, Presiden Joko Widodo berencana pulang ke kampung halamannya Solo untuk menjalani hidup sebagai rakyat biasa.

“Saya akan kembali ke kota saya Solo sebagai rakyat biasa dan akan aktif di bidang lingkungan hidup,” ujar Presiden Joko Widodo.

Kita doakan saja, semoga setelah masa jabatan Jokowi selesai, Tuhan mengirimkan seorang presiden baru yang bisa menyamai, bahkan jauh lebih baik dari Presiden Joko Widodo.***

error: Content is protected !!