OLEH: Anita Christina Sembiring
Mahasiswa S3 IKM Universitas Sebelas Maret dan Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang.
HALUANNTT.COM – Anak yang sehat dan cerdas adalah aset masa depan sebagai generasi penerus bangsa. Salah satu faktor penting untuk mendukung hal tersebut adalah tercukupinya asupan gizi sehari-hari. Pemenuhan gizi pada anak merupakan salah satu faktor krusial untuk membentuk kecerdasan otak anak yang optimal. Anak sekolah mempunyai banyak aktivitas di luar rumah dan kebiasaan makan seringkali dipengaruhi oleh lingkungan sehingga hal tersebut berpengaruh pada status gizinya.
Anak sekolah membutuhkan zat gizi yang seimbang untuk pertumbuhan dan perkembangannya serta untuk aktivitas fisiknya. Komponen gizi seimbang bagi anak sekolah yang harus terpenuhi adalah konsumsi pangan yang beraneka ragam yaitu mengandung karbohidrat, protein, lemak, air, vitamin, mineral dan serat. Zat gizi tersebut diperoleh dari berbagai macam makanan dan minuman yang digunakan sebagai sumber tenaga, sumber pembangun untuk pertumbuhan dan mengganti sel-sel yang rusak dan sumber vitamin dan mineral untuk menjaga kesehatan.
Konsumsi makanan dengan gizi seimbang harus memperhatikan empat prinsip dasar yaitu keanekaragaman pangan, aktifitas fisik yang teratur dan terukur, kebersihan diri dan lingkungan yang terjaga serta pantau atau pertahankan berat badan ideal. Pentingnya makan secara bervariasi karena tidak ada satupun makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan anak sekolah. Asupan gizi anak sekolah berasal dari pangan yang disediakan di rumah tangga oleh orang tua anak, pangan olahan terkemas, pangan siap saji dan termasuk pangan jajanan anak sekolah yang tersedia di kantin maupun di lingkungan sekitar sekolah. Undang Undang No 18 tahun 2012 tentang Pangan dinyatakan bahwa penyelenggaraan pangan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pangan yang aman, bermutu dan bergizi bagi konsumsi masyarakat.
Akhir akhir ini masyarakat dihebohkan dengan tanaman yang mengandung zat gizi yang sangat tinggi dan diakui dapat meningkatkan status gizi anak. Tanaman tersebut adalah daun kelor. Beberapa penelitian menemukan bahwa daun kelor memiliki nutrisi yang tinggi yaitu; mengandung Vitamin A 10 kali lebih banyak dari wortel, mangandung kalsium 17 kali lebih banyak dari susu, mengandung potassium 15 kali lebih tinggi dari pisang, mengandung zat besi 25 kali lebih tinggi dari bayam dan mengandung kalium 9 kali lebih tinggi dari yoghurt. Karena tingginya nilai gizi yang ada pada daun kelor sehingga banyak orang tua yang setiap hari memberikan anaknya makan nasi dengan bening kelor saja tanpa lauk. Selain menyebabkan kebosanan pada anak karena kelor hanya diolah dengan cara di rebus saja dan makan tanpa lauk, maka anak juga akan kekurangan protein yang bersumber dari lauk nabati maupun hewani.
Provinsi Nusa Tenggara Timur merupakan salah satu wilayah di Indonesia dengan tumbuhan kelor yang cukup banyak dan sangat populer bagi masyarakat setempat. Oleh karena itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kota Kupang menerbitkan surat edaran tentang “Hari Wajib Mengkonsumsi Makanan/Minuman yang Mengandung Kelor di Sekolah”, nomor: 325/DISDIKBUD 004.5/SEK/2023 tertanggal 07 Februari 2023. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kota Kupang, dalam surat edaran tersebut menyampaikan bahwa siswa PAUD, SD/MI dan SMP/MTs diwajibkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang memiliki kandungan kelor khusus untuk hari Rabu dan Jumat. Surat edaran tersebut menerangkan bahwa kelor merupakan tumbuhan yang memiliki beragam kandungan gizi. Kelor mempunyai kadar vitamin C dan kalium yang tinggi, protein dan mineral yang bermanfaat untuk memperkuat daya tahan tubuh, menjaga kesehatan kulit, mengontrol kadar gula darah, menjaga kesehatan jantung, melindungi tubuh dari racun arsenik dan menghambat sel kanker.
Dengan program “wajib mengkonsumsi kelor untuk hari Rabu dan Jumat” maka anak-anak akan lebih familiar dengan kelor dan olahannya. Pelatihan yang dilakukan pada orang tua atau petugas kantin sekolah dapat menjadi ruang pemberian informasi dan meningkatkan keterampilan orang tua atau petugas kantin sekolah dalam mengembangkan kelor menjadi makanan atau minuman yang lebih disukai anak-anak.
Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Kupang sebagai salah satu institusi pendidikan telah melakukan beberapa pelatihan terkait pengolahan pangan berbahan dasar kelor kepada orang tua siswa, petugas kantin dan beberapa komunitas ibu-ibu di kota dan kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pengolahan kelor menjadi berbagai produk dapat meningkatkan tingkat konsumsi sayuran pada anak-anak. Pengolahan kelor menjadi mie, biskuit, bakso, nugget, es krim, stik kelor, kerupuk teri kelor, smoothies, kue lapis kelor, pie kelor dapat membuat tampilannya lebih menarik sehingga meningkatkan daya konsumsi anak-anak terhadap kelor.
Konsumsi kelor yang diwajibkan pada hari Rabu dan Jumat di sekolah diharapkan bisa membuat anak-anak terbiasa mengkonsumsi makanan sehat, orang tua juga menjadi lebih kreatif dalam membuat olahan pangannya dan pihak sekolah juga bisa mendukung petugas kantin untuk menyediakan makanan serta minuman olahan kelor. Kelor yang ditambahkan pada makanan yang dikonsumsi anak-anak diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi dari makanan tersebut sehingga bisa membantu pertumbuhan dan perkembangan fisik anak-anak.
Program “Hari Wajib Mengkonsumsi Makanan/Minuman yang Mengandung Kelor di Sekolah” sangat baik apabila program tersebut disertai dengan edukasi tentang pengolahan kelor dan edukasi tentang gizi seimbang agar orang tua setiap hari dapat menyediakan menu dengan gizi seimbang untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan anak. Program tersebut juga sangat baik apabila ada evaluasi sejauh mana program tersebut dilaksanakan oleh pihak sekolah dan oleh orang tua sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah. Program tersebut sebaiknya terus dilanjutkan dengan dukungan dari orang tua, pihak sekolah dan seluruh lapisan masyarakat dengan harapan status gizi anak bisa meningkat karena konsumsi makanan dengan gizi seimbang.
Mari awali tahun yang baru dengan pola hidup yang baru.. Health is not everything but without health everything is nothing..

