Bupati Cup Rote Ndao Tuai Kritik, Nama Sasando Racing Team Tercantum di Piala

ROTE NDAO, HN – Penyelenggaraan Bupati Cup di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur menuai kritik. Nama Sasando Racing Team justru tercantum di sejumlah piala yang diberikan kepada para pemenang, sementara kegiatan itu membawa nama pemerintah daerah.

Kondisi itu kemudian menjadi polemik mengenai posisi Sasando Racing Team dalam kejuaraan otomotif yang diselenggarakan.

Apakah Sasando Racing Team merupakan klub penyelenggara, pelaksana teknis, atau pihak yang secara resmi ditunjuk Pemerintah Kabupaten Rote Ndao?.

Selain itu, berdasarkan informasi yang ditentukan, hadiah atau uang pembinaan bagi para pemenang di 10 kelas perlombaan belum juga dicairkan.

Informasi yang beredar menyebut pembayaran hadiah menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).

Namun, pencairannya disebut masih menunggu proses APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026. Di sisi lain, nama Sasando Racing Team justru tercantum pada piala yang diterima para juara.

Perbedaan identitas itu kemudian menimbulkan pertanyaan mengenai hubungan antara Pemkab Rote Ndao, Dispora, Sasando Racing Team dan kegiatan yang menggunakan nama Bupati Cup.

BACA JUGA:  NTT Mart Nagekeo Tampung 1.464 Produk, Libatkan 31 Pelaku IKM

Dalam kegiatan yang membawa nama kepala daerah atau pemerintah daerah, identitas penyelenggara dan pihak yang bertanggung jawab seharusnya dapat diketahui secara jelas.

Karena itu, pencantuman nama Sasando Racing Team di piala menjadi bagian yang perlu dijelaskan kepada publik, terutama peserta yang telah mengikuti perlombaan dan dinyatakan sebagai pemenang.

Jika Sasando Racing Team memang merupakan penyelenggara atau pelaksana resmi, perlu dijelaskan dasar penunjukannya.

Termasuk surat keputusan, kerja sama atau bentuk penugasan yang menjadi dasar keterlibatan klub tersebut.

Publik juga perlu mengetahui siapa yang menetapkan kelas perlombaan, menentukan besaran hadiah, mengatur sumber pembiayaan hingga memastikan hadiah diberikan kepada para pemenang.

Persoalan lainnya adalah hadiah atau uang pembinaan yang disebut belum diterima sejumlah pemenang. Jika pembayaran memang menjadi tanggung jawab Pemkab Rote Ndao melalui Dispora, perlu ada penjelasan mengenai status anggaran dan mekanisme pencairannya.

BACA JUGA:  Gubernur dan Wakil Gubernur Tinjau Budidaya Lobster di Mulut Seribu

Terlebih kegiatan tersebut telah selesai dan para peserta telah menjalani seluruh rangkaian perlombaan. Kejelasan mengenai hadiah bukan sekadar persoalan administrasi.

Para atlet juga perlu mengetahui sejak awal siapa pihak yang bertanggung jawab dan kapan hak sebagai pemenang dapat diterima.

Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi NTT juga dinilai perlu meminta penjelasan mengenai penyelenggaraan Bupati Cup tersebut.

Hal ini penting untuk memastikan kegiatan otomotif yang membawa nama pemerintah daerah memiliki dasar penyelenggaraan, struktur kepanitiaan dan mekanisme pertanggungjawaban yang jelas.

Kejelasan itu juga diperlukan agar tidak terjadi kerancuan antara kegiatan resmi pemerintah daerah dengan kegiatan yang diselenggarakan klub otomotif. Jika Sasando Racing Team memang menjadi pelaksana, perannya perlu dijelaskan secara terbuka.

Begitu pula jika kegiatan tersebut merupakan agenda Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, perlu dijelaskan mengapa nama klub tercantum pada piala yang diberikan kepada pemenang.

BACA JUGA:  Melki Ajak Solar Chapter Indonesia Perluas Program Air Bersih ke Desa Rawan Stunting di NTT

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dispora juga perlu menjelaskan dasar penyelenggaraan Bupati Cup.

Publik perlu mengetahui bentuk keterlibatan pemerintah, sumber anggaran hadiah, mekanisme pembayaran serta hubungan kerja sama dengan Sasando Racing Team.

Sebaliknya, apabila Sasando Racing Team merupakan pihak yang menyelenggarakan kegiatan secara mandiri, perlu dijelaskan dasar penggunaan nama Bupati Cup dan sejauh mana pemerintah daerah terlibat.

Kejelasan itu penting untuk menghindari persepsi yang berbeda mengenai status kegiatan. Sebab, nama Bupati Cup membawa identitas pemerintah daerah, sementara nama Sasando Racing Team muncul pada sejumlah piala yang diberikan kepada para juara.

Persoalan ini pada akhirnya bukan hanya mengenai nama yang tercantum pada piala atau hadiah yang disebut belum dicairkan.

Ada pertanyaan yang perlu dijawab, siapa sebenarnya penyelenggara Bupati Cup, apa peran Sasando Racing Team, siapa yang bertanggung jawab atas hadiah, dan apa dasar hubungan antara pemerintah daerah dengan klub tersebut?.***