SISWA ESCS Kupang Bikin Sendiri Hand Sanitizer dari Lida Buaya dan Alkohol

KUPANG, HN – Excellent Spirit Christian School (ESCS) Kupang menggelar Open House selama dua hari, 6–7 November 2025. Acara ini dikemas menarik dengan berbagai kegiatan edukatif dan lomba kreatif bagi para siswa.

ESCS Kupang juga mengadakan Singing Competition untuk anak usia 4–6 tahun dan Chess Competition bagi tingkat SD hingga SMA.

Selain itu, sekolah membuka kelas percobaan gratis (free trial class) selama 3–5 hari bagi calon siswa yang ingin merasakan pengalaman belajar langsung di lingkungan ESCS.

BACA JUGA:  Gelapkan Uang Nasabah Rp3 Miliar, PH Korban Desak Bank Bukopin Segera Kembalikan

Pihak sekolah juga memberikan diskon 50 persen untuk biaya pendaftaran bagi calon siswa yang melakukan registrasi langsung di lokasi acara.

Menariknya adalah Science Exhibition, di mana siswa-siswi ESCS Kupang memamerkan hasil karya ilmiah buatan mereka sendiri.

“Tahun ini anak-anak buat sendiri hand sanitizer dengan tiga bahan, yakni lida buaya, pengharum dari brand viva dan alkohol 70 persen,” ujar guru ESCS Kupang, Miss. Adel.

Dia menyebut, pembuatan hand sanitizer dilakukan di kelas dengan pengawasan guru. Siswa juga mendesain stiker kemasan botol menggunakan laptop yang mereka bawa ke sekolah.

BACA JUGA:  Kunjungi SDN Fontein 1, George Hadjoh Minta Guru Hadir Tepat Waktu di Sekolah

“Saya bebaskan mereka berkreasi. Yang penting hasil desainnya bisa mewakili produk hand sanitizer mereka sendiri,” ungkapnya.

Menurut dia, tidak saja hand sanitizer. Siswa juga mempelajari reaksi kimia pada cangkang telur yang direndam dalam cairan alkohol.

“Setelah satu hingga dua hari direndam, cangkang berubah menjadi kenyal dan bagian dalam telur tampak sudah matang,” jelasnya.

Adel menyebut, sebelumnya siswa sudah membuat berbagai produk lain seperti VCO, Koko Oil, kripik tempe, dan pupuk cair.

BACA JUGA:  Buka Golkar Academy Angkatan Ketiga, Melki Laka Lena Minta Peserta Fokus dan Serius

“Jadi ini hand sanitizer itu produk yang sekian. Semua itu kami kombinasikan antara project sanis dan basic skill. Produk itu dibuat siswa kelas 5 dan kelas 6 ESCS Kupang,” jelasnya.

Dia menambahkan, semua produk yang sudah dihasilkan para siswa kemudian dipajang dan dijual di sekolah ketika ada kegiatan seperti open house.

“Produk mereka ini dijual di sekolah. Jadi setiap kali ada open house, pasti produk mereka dipajang dan dijual disini,” pungkas Ida.***

error: Content is protected !!