Direktorat KSPSTK Pantau Langsung Seleksi Bakal Calon Kepsek di NTT

KUPANG, HN – Seleksi substansi bakal calon kepala sekolah (kepsek) SMA, SMK, dan SLB di Provinsi Nusa Tenggara Timur digelar serentak di delapan titik, Senin 29 Desember 2025.

Kegiatan ini dipantau langsung oleh Direktorat Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPSTK).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Ambros Kodo, mengatakan seleksi substansi ini dilaksanakan sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT agar semua proses berjalan objektif dan transparan.

“Hari ini Direktorat KSPSTK melaksanakan seleksi substansi terhadap bakal calon kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB di NTT. Kami laksanakan dengan baik sesuai arahan pimpinan daerah dan memastikan prosesnya objektif serta transparan,” ujar Ambros.

Menurut dia, seleksi dilakukan secara serentak di delapan titik, yakni Kota Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), Atambua, Sikka, Manggarai Barat, Alor, dan Sumba Barat Daya (SBD).

Ambros menyebut, lokasi seleksi dipusatkan di sekolah-sekolah yang memiliki fasilitas pendukung lengkap seperti komputer dan jaringan internet.

BACA JUGA:  BMKG Deteksi Bibit Siklon Tropis 98S, Masyarakat Diminta Waspada

Untuk memastikan semua proses berjalan sesuai ketentuan, kata Ambros, Direktorat KSPSTK turut hadir memantau dan mengawasi langsung seluruh tahapan seleksi.

“Kami menghadirkan langsung Direktorat KSPSTK untuk mengawasi semua proses seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah,” jelasnya.

Ambros mengatakan, sejauh ini proses seleksi berjalan aman dan lancar. Meski sempat terjadi gangguan listrik di wilayah TTS pada pagi hari. Namun masalah itu langsung diatasi.

“Tadi pagi sempat ada hambatan listrik di TTS, tapi sudah kami komunikasikan dengan manajemen PT PLN dan langsung diatasi. Sekarang semua berjalan dengan baik,” jelasnya.

Seleksi substansi ini hanya digelar selama satu hari. Para peserta diberikan waktu 120 menit untuk mengerjakan 70 soal berbasis komputer.

“Harapannya tidak ada gangguan listrik maupun jaringan, sehingga peserta bisa memanfaatkan waktu 120 menit untuk menyelesaikan soal dengan maksimal,” kata Ambros.

BACA JUGA:  Terpilih Aklamasi, Ambros Kodo Pimpin PTMSI Kota Kupang Periode 2024-2028

Jumlah peserta yang diundang melalui aplikasi SIM KSPSTK (Sistem Informasi Manajemen Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah dan Tenaga Kependidikan) sebanyak 1.102 orang.

Namun, dari jumlah tersebut hanya 511 peserta yang mengunggah dokumen persyaratan, sementara 599 orang tidak melengkapi dokumen yang dipersyaratkan.

“Sebanyak 511 peserta yang telah lolos verifikasi administrasi kemudian diundang untuk mengikuti seleksi substansi pada hari ini,” jelasnya.

Pasca seleksi, tim dari Direktorat KSPSTK akan melanjutkan proses sidang pleno untuk menentukan kelulusan dan melakukan perangkingan.

Hasil tersebut kemudian diserahkan kepada pimpinan daerah sebagai dasar pengambilan keputusan untuk pengangkatan kepala sekolah.

Namun demikian, Ambros menegaskan, para peserta yang dinyatakan lulus dan diangkat tetap wajib mengikuti Diklat Bakal Calon Kepala Sekolah.

“Diklat ini menjadi syarat utama, semacam SIM untuk bisa diangkat menjadi kepala sekolah,” tegasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi NTT telah mengalokasikan anggaran pada tahun 2026 untuk pelatihan 303 bakal calon kepala sekolah.

BACA JUGA:  Sam Haning Minta Dosen Tidak Persulit Proses Penulisan Skripsi Mahasiswa

“Tahun 2026 sudah ada anggaran untuk 303 bakal calon kepala sekolah mengikuti diklat,” pungkas Ambros.

Seleksi substansi BCKS dilaksanakan di delapan titik lokasi, yaitu:

• SMKN 1 Kupang, dengan 119 peserta dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.

• SMKN 2 So’e, diikuti 35 peserta dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

• SMKN 1 Atambua, dengan 71 peserta dari Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Belu, dan Malaka.

• SMK Kristen 1 Kalabahi, diikuti 20 peserta dari Kabupaten Alor.

• SMKN 1 Maumere, dengan 73 peserta dari Kabupaten Sikka, Flores Timur, dan Lembata.

• SMKN 2 Ende, diikuti 62 peserta dari Kabupaten Ende, Ngada, dan Nagekeo.

• SMKN 1 Labuan Bajo, dengan 55 peserta dari Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat.

• SMA Swasta St. Alfonsius Tambolaka, diikuti 77 peserta dari wilayah daratan Sumba.***

error: Content is protected !!